19 Februari 2012

Dua Sisi




Sebenarnya kamu hanya ingin bertemu dengannya, menatap matanya, meminum secangkir kopi hangat, melakukan perbincangan ringan, sampai melakukan hal-hal konyol yang dapat menimbulkan gelak tawa. Cerita sehari-hari yang sederhana bahkan bisa mengakrabkan kalian, mengenal watak lebih jauh, atau hanya menjadi selingan saat minum kopi. Tapi kamu terlalu munafik. Kamu terlalu malu untuk mengakui kalausebenarnya kamu masih mengharapkan sosoknya. Kamu bahkan terlalu takut untuk menatap matanya, seolah-olah ada arus yang membawa kalian ke masa lalu. Padahal sebagian dari dirimu masih sering